Tarif Internet Indonesia Akan Turun, kapan?

BRTI menyetujui Dokumen Sewa Jaringan milik PT Telkom sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan dominan, melalui Keputusan Dirjen Postel Nomor 115 tahun 2008 terhadap jenis layanan dan besaran tarif sewa jaringan milik PT Telkom.Hal itu merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri No 3/PERM.KOMINFO/1/2007 tentang Sewa Jaringan. Dengan begitu, maka akan terjadi penurunan besaran tarif sewa jaringan dari besaran tarif eksisting, termasuk tarif internet.

Bentuk layanan yang ditawarkan PT Telkom adalah penyediaan layanan sewa jaringan secara end-to-end atau point-to-point sesuai dengan keinginan pelanggan.

Penurunan tarif internet ini tidak hanya dirasakan para pelanggan sewa jaringan, yakni Internet Service Provider (ISP), tetapi juga otomatis berimbas dan dapat dinikmati oleh konsumernya, masyarakat umum.

Namun, tentu saja ini berjalan setelah para penyelenggara jasa internet merevisi ulang kontrak dengan para konsumernya yang menyewa jasa internet,” kata Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar dalam jumpa pers di kantornya.

Dengan mengacu pada Dokumen Sewa Jaringan milik PT Telkom sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan dominan dapat diketahui, bahwa dapat dipastikan penurunan tarif berkisar antara 46 sampai 81 persen sesuai jarak untuk point-to-point, belum ke area end usernya.

Misalnya, biaya instalasi menjadi Rp2.400.000 baik sewa jaringan hingga lima kilometer hingga lebih dari 500 kilometer.

Sewa jaringan antara 5 hingga 20 km dikenakan biaya langgan sebesar Rp2.450.000 per bulan atau turun 81 persen dari sewa eksisting yang mencapai Rp13.106.000 per bulan.

Untuk sewa jaringan antara 25 hingga 100 km dikenai biaya langganan Rp6.900.000 atau turun antara 47 hingga 83 persen. Sementara untuk 150 dan 220 km dikenai Rp8.550.000 atau turun 79 persen dari tarif sebelumnya, Rp44.776.000.

Jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Australia, Singapura, dan Thailand, tarif yang ditetapkan PT Telkom masih jauh lebih rendah.

“Kecuali India. Kalau dibandingkan dengan Indonesia, tarif internet di India lebih murah. Ada sekiranya beberapa faktor yang mempengaruhi, yakni penggunaan tingkat Weighted Average Cost of Capital (WACC) yang lebih rendah, lalu kecenderungan menggunakan kabel fiber optik di darat atau inland fiber optic cable, sehingga biaya investasi lebih rendah, dan terakhir, adanya subsidi dari pemerintah untuk penyediaan backbone,” kata Basuki Yusuf Iskandar.

Tapi kapan tarif internetnya turun coy, skg aja masih mahal, apalagi yang mengunakan teknologi GPRS/3G. Bisa-bisa abis gaji sebulan buat bayar akses internet via jaringan GPRS/3G😀

dikutip dari : okezone.com

Posted on April 21, 2008, in Infokom, Internet, Telekomunikasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: