Rp 20 Miliar untuk Kelanjutan Perluasan Jalan Soekarno Hatta

Perluasan Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru sempat tertunda. Untuk melanjutkannya telah tersedia Rp 20 miliar dari APBN. Pemerintah pusat melalui APBN 2008 telah membantu proses perluasan Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru sebesar Rp 20 miliar.

Saat ini proyek tersebut masih dalam proses tender. Setelah tender usai pelaksanaan di lapangan akan segera dimulai. Meskipun prosesnya dilanjutkan, namun proyek ini belum tuntas dalam tahun ini. “Tahun ini dari APBN kita dapat Rp 20 miliar untuk melanjutkan perluasan Jalan Soekarno Hatta. Sekarang lagi proses lelang,” ujar Kepala Dinas Pemukian dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Riau Firdaus MT kepada riauterkini kemarin. Dijelaskan Firdaus dengan anggaran Rp 20 miliar belum seluruh perlusan sepajang Jalan Soekarno Hatta bisa dilakukan.

Berkemungkinan anggaran tersebut hanya cukup untuk melanjutkan pengaspalan dari simpang Lobak (Ardat) sampai ke simpang Mal SKA. Juga dari simpang Jalan Arifin Achmad ke simpang empat Arengka. Selian itu, lanjut Firduas, pengerjaan tahun ini juga dilakukan dalam bentuk pembukaan badan jalan dari simpang empat Arengka ke kubang, simpang Arhanudse (Baterai Q) dan dari simpang Mal SKA ke simpang Jalan Riau. (dikutip dari : riauterkini.com)

Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru beberapa tahun yg lalu…

Jalan ini adalah jalan terpanjang dan terbesar setelah Jalan Jend.Sudirman. Jumlah kendaraan yang melewati jalan ini juga sangat padat, hal ini dikarenakan jalan ini juga digunakan sebagai jalan lintas sumatera (kendaraan yang berasal dari Pulau Jawa, Lampung, Palembang, Bengkulu, Jambi) menuju kearah Sumatera Utara.Menurut saya sudah selayaknya Jalan Soekarno Hatta ini dilakukan perluasan/pelebaran/perbaikan layaknya jalan Subrantas. Jalan ini juga terkesan sangat minim lampu jalan, sehingga kondisinya kalo sudah malam gelap, hanya diterangi oleh lampu kendaraan yang melintas. Hal ini sangat mengganggu para pengendara sepeda motor krn lampu kendaraan tersebut sangat menyilaukan dan terkadang mereka (para supir) juga tidak tahu etika berlalu lintas, hrsnya dinyalakan lampu jarak dekat tp malah dinyalakan lampu jarak jauh yg sebenarnya ini digunakan ditempat2 yg sepi dan tidak rame pengguna jalannya.

Disamping itu jalan ini juga sangat rawan terhadap kecelakaan lalulintas karena kondisi 1 jalan digunakan untuk dua arah. Saya sendiri sering sekali melihat kecalakaan yg terjadi dan sangat mengenaskan.

Untuk itu kiranya Pemko Pekanbaru bener2 dpt memperhatikan kondisi ini agar warga Pekanbaru bisa nyaman dalam berkendaraan melintasi jalan ini dengan aman.

Termasuk saya sendiri tiap hari melewati jalan ini😀 karena rumah saya emang dikawasan ini😀 kalo udah malem duuh hrs banyak2 bersabar krn kendaraan (truck2) besar sangat padat melewati jalan ini.

Dan sering ugal2an dijalan (slip sana-sini) …kl gak extra hati2 waaah bisa bahaya bro……😀

Jl. Subrantas (menuju ke arah Sumatera Barat dan Duri, Dumai, Sumatera Utara/Aceh, ech ntar duluu😀 ini juga jalan menuju arah kampung halaman ku😀 hayuu tebak yg arah mana… sebutin yaa yg jarak brp… Km😀 bg yg bs nebak dikasih dureen + jagung bakar yg uueenak😀

 

Jl. Jend. Sudirman beberapa tahun yang lalu….

Posted on April 22, 2008, in Pekanbaru City. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. mmh…..perkembangannya dah bgs…lebih teratur dan enak diliat….heheheh pokoknya riau tambah keren deh….walaupun sy blm pernah ke sana….hhehhhe jd pgn liat riau….

  2. semoga saja dana proyek ini tidak telah mengalami markup (penggelembungan) dan benar-benar dilaksanakan amanah dari rakyat. Ingat, di akhirat kelak akan ditanyakan oleh-Nya.

  3. Kampung halamannya yang arah lurus kan? Hehhee…

    Ayo… saya tunggu duren + jagung bakarnya :d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: