ISP Jadi Sapi Perah

Penurunan tarif sewa jaringan yang diberlakukan Telkom ternyata hanya akal-akalan. Sebenarnya justru komponen tarif internet saat ini sudah jauh lebih rendah dibanding tarif jaringannya.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pihak APJII saat jumpa pers di cafe Au Lait Cikini Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2008) sore, dipaparkan bahwa sebagian komponen biaya yang membentuk tarif internet justru tidak menjadi perhatian Ditjen Postel untuk diturunkan.

Dengan alasan hal tersebut menjadi wilayah B2B penyelenggara jasa internet dengan penyelenggara jaringan sehingga Ditjen Postel tidak akan mencampuri. Misalnya saja seperti pemberlakuan tarif jaringan (backhaul, local loop atau last mile) yang konon lebih mahal dari komponen tarif internet.

APJII memberikan contoh misalnya :
tarif dial-up yang memberlakukan tarif internet hanya Rp50 hingga Rp60 per menit, sedangkan pulsa telepon dibebankan seharga Rp125 per menit.

Sama halnya dengan tarif internet leased line yang memberlakukan tarif DinAccess sebesar Rp5,1 juta sedangkan tarif internetnya hanya 2,5 hingga 3,5 juta per 64 kilobyte per bulan.

Belum lagi tarif leased line dari penyelenggara jaringan di luar Telkom yang harus memberlakukan tarif yang sama kepada ISP manapun meski mereka hanya menggunakan jaringan berkapasitas lebih kecil.

Selain itu APJII juga sedikit mempermasalahkan beberapa beban biaya yang harus dibayarkan kepada Telkom dan persaingan harga internet antara ISP murni dengan Telkom sebagai penyelenggara jaringan sekaligus penyedia jasa. APJII mencontohkan tarif unlimited ADSL (Speedy) Telkom yang memberlakukan Rp750.000 per bulan.

Dengan harga segitu otomatis ISP harus membuat harga yang tidak berbeda jauh yakni Rp800.000 per bulan. Namun sayangnya komponen yang diterima ISP hanya Rp300.000 saja karena sisanya harus dikembalikan ke Telkom.

Belum lagi biaya backhaul yang dibebankan kepada ISP sebesar Rp13,5 juta per 2 mbps per bulan yang harus dibayarkan juga kepada Telkom. Bahkan saat ini pun Telkom telah mengeluarkan tarif unlimited Speedy Rp99.000 per bulan. Hal ini dipastikan akan makin ‘mencekik leher’ para ISP.

Fenomena ini jelas-jelas akan lebih sulit dirasakan oleh ISP yang hanya memiliki lisensi ISP saja. Pasalnya mereka tidak bisa memberlakukan harga paket, jaringan sekaligus internet, seperti yang telah dilakukan oleh penyelenggara jaringan yang memiliki multilisensi (Jaringan tertutup, Network Access Provider, Internet Service Provider) seperti Telkom, yang notabene juga berperan sebagai perusahaan yang dibutuhkan sekaligus pesaing berat ISP.

Padahal ISP merupakan penyelenggara jasa internet yang membutuhkan jaringan dari penyedia jaringan. Meskipun tidak ada larangan bagi penyelenggara jaringan untuk menjadi penyedia jasa juga. Namun sayangnya mayoritas dari 200 lebih anggota APJII hanya memiliki lisensi ISP. **techno.okezone.com

Posted on April 25, 2008, in Infokom, Internet, Telekomunikasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: