Riau Ikuti IRIF 2008

Dalam rangka menggaet investor, Riau mengikuti Internasional Regional Invesment Forum (IRIF) 2008 di Jakarta. Ada tujuh proyek infrasktruktur yang ditawarkan Riau.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menawarkan menawarkan tujuh proyek infrastruktur dalam Internasional Regional Invesment Forum (IRIF) 2008 yang bakal diikuti 500 investor PMDN dan PMA di Hotel Ritz Carlton Jakarta pada 26-28 Mei mendatang. Dalam kegiatan IRIF yang digelar DPD RI itu, Pemprov Riau juga akan menawarkan sektor-sektor lain seperti perkebunan, pertanian, perikanan, kehutanan, perdagangan, pariwisata,pertambangan dan energi.

Hal itu disampaikan Gubernur Riau Rusli Zainal di sela-sela pemaparan Kebijakan Pempov Riau dalam rangka mewujudkan Visi Riau 2020 di bidang Investasi, Perdagangan dan Pariwisata dihadapan Tim Penilai Regional, Trade, Tourism and Invesment Award (RTTI Award 2008 di Hotel Le Meredien di Jakarta, Rabu (14/5) malam.

“Dalam IRIF 2008 kita akan tawarkan tujuh proyek infrastruktur serta sektor-setor lain seperti perkebunan dan pertambangan. Lahan kelapa sawit kita mencapai 1,5 juta ha terbesar di Indonesia,” kata Gubri Rusli Zainal.

Menurut Gubri, potensi sumber daya alam di Riau sangat melimpah dan terletak di posisi strategis. Yakni berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, serta pertemuan jalur darat Sumbagut dan Sumbagsel. Sehingga Riau menjadi tujuan para pencari kerja dari berbagai daerah.

Karenanya dalam upaya percepatan iklim investasi, lanjutnya, Pemprov Riau memberikan berbagai kemudahan perizinan investai melalui pembentukan Kantor Pelayanan Terpadu Rekomendasi dan Perizinan. Jika ada keluhan dalam pelayanan investasi, kata Gubri, investor bisa menyampaikanya ke Badan Komplain (Complain Board) yang telah dikoordinasikan dengan Polri, imigrasi, perpajakan dan intansi lainnya.

“Kita sudah canangkan kampanye probinis untuk memudahkan perizinan investasi dengan membentuk kantor Pelayanan Terpadu, dan memberikan award kepada kabupaten/kota untuk berperan aktif dalam menyediakan iklim yang kondusif di daerah masing-masing,” katanya.

Pada 2007, untuk PMDN tercatat 6 proyeki dengan nilai Rp 1,38 triliun dan realisasi sebanyak 9 proyek senilai Rp 3,09 triliun. Sedangkan PMA sebanyak 20 proyek senilai USD 3,59 milyar dengan realisasi 6 proyek seniali USD 724 juta. Sementara pada RIS 2007 dihasilkan 15 komitmen dan telah dilakukan MoU seniali USD 564,5 juta atau setara Rp 5,1 triliun.

Adapun proyek yang ditawarkan pada IRIF 2008, yakni pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Pangkalan Kerinci, pembangunan sistem jalur Kereta Api Pekanbaru-Dumai-Ratau-Rapat, relokasi Bandara Internasional Sultan Syarif Qasim, pembangunan PLTG Duri dan PLT Batubara Dumai, serta pengembangan Dok Kapal 21 Tembilahan.

“Saat ini sudah ada 3 perusahaan yang berminat dalam proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru senilai 530 juta, yaitu PT Sri Bangun Persada, G & G Group dari China dan Hanwa Engineering and Construction dari Korea. Ketiga perusahaan tersebut, siap mengikuti tender yang akan dilakukan oleh Badan Pengelola Jalan Tol,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatan IRIF tersebut, DPD akan memberikan award kepada kepala daerah provinsi/kabupaten/kota yang berperan aktif terhadap peningkatan investasi, perdagangan dan pariwisata di daerah masing-masing. Gubri Rusli Zainal sendiri masuk nominasi dan telah menjalani fit and proper test dihadapan Tim Penilai RTTI Award 2008 Rabu (14/5) malam.**Riauterkini.com

Posted on Mei 15, 2008, in Pekanbaru City. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: