Indosat Ujicoba Energi Alternatif untuk BTS

Dampak kenaikan BBM memicu kelangkaan energi pemasok listrik bagi masyarakat. Mengantisipasi hal ini Indosat berinisiatif untuk mulai menggunakan energi alternatif sebagai sumber daya pengoperasian BTS.

Sebagai tahap pertama, Indosat akan menguji coba tiga energi alternatif di beberapa tempat sesuai dengan kemampuan sumber daya alam yang ada. Misalnya saja penggunaan turbin angin untuk memberikan daya pada BTS Indosat di Bali atau penggunaan energi biofuel berbahan dasar kelapa sawit dan biji jarak pada BTS di Labuan Lombok.

“Energi alternatif ini akan ditentukan sesuai dengan sumber daya paling banyak di suatu wilayah. Jika ada daerah yang kaya akan matahari maka BTS di wilayah tersebut akan ditenagai oleh panel solar, begitu juga dengan energi angin yang mendominasi di suatu wilayah maka kemungkinan kami akan menggunakna energi tersebut,” ujar Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam usai peluncuran Program Indosat Cinta Indonesia di Gedung Indosat jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2008).

Menurut Johnny uji coba ini merupakan salah satu langkah antisipasi kelangkaan bahan bakar dan sumber energi listrik di Indonesia, khususnya wilayah di luar pulau Jawa. Misalnya saja di daerah Girisari Uluwatu Bali terdapat dua BTS yang akan ditenagai oleh matahari dan angin. Daerah tersebut diperkirakan memiliki sumber panas matahari yang cukup signifikan yaitu di atas 5 kWh/M2/hari dan energi angin yang juga cukup besar dengan kecepatan di atas 4m/s. Untuk tahap awal ini sekira 40 hingga 50 BTS Indosat di luar pulau Jawa akan menggunakan energi alternatif ini.

Lain halnya dengan salah satu BTS di daerah Lombok, Labuan. Wilayah ini dikenal memiliki sumber daya kelapa sawit yang cukup besar. Tidka heran jika kemudian Indosat menggunakan kelapa sawit sebagai bahan dasar biofuel yang akan menggantikan solar sebagai bahan dasar generator pembangkit daya BTS.

Umumnya, setiap sistem BTS membutuhkan daya sekira 2000 hingga 3000 watt. Sedangkan dalam ujicoba ini energi angin dapat memasok hingga 2500 watt peak. Sedangkan matahari dapat memberikan daya sekira 4000 watt dan biofuel mampu memberi energi hingga 5000 watt.

Untuk pengerjaan ujicoba ini Indosat menargetkan dana sekira Rp1,5 miliar untuk kurun waktu 3 bulan. Dalam implementasinya Indosat mengadakan kerja sama dengan ITB yang telah memiliki laboratorium khusus penelitian konversi energi elektrik dan PT LEN Persero yang telah berpengalaman mengembangkan energi alternatif. **Okezone

Posted on Mei 29, 2008, in Infokom, Internet, Telekomunikasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: