Merger Kartu SimCard Langkah Efektif

Langkah XL untuk menggabungkan dua produk prabayarnya dinilai pengamat telekomunikasi sebagai langkah yang benar. Selain menipisnya persediaan nomor prabayar, langkah ini juga tergolong sebagai penghematan.

“Bila bisnis mereka kurang bagus pada suatu layanan berarti akan banyak nomor yang sia-sia. Pasalnya nomor tersebut sudah dialokasikan tapi tidak terpakai. Selain mengalihkan pelanggan pada produk yang laris, langkah ini juga tergolong sebagai penghematan,” papar pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat melalui balasan surat elektroniknya, Jumat (4/7/2008).

Menurut pengamat yang akrab dipanggil Abah ini, secara teknis, pembedaan layanan antara produk A dan B pada suatu operator hanya tergantung pada software setting sehingga peleburan layanan merupakan hal yang tidak sulit untuk dilakukan. Peleburan layanan akan berarti memperbanyak daya jual mereka pada segmen yang lebih laku di pasaran. Bahkan pada posisi XL, Abah menilai anak perusahaam Telekom Malaysia ini sudah melakukan langkah yang tepat.

“Pastinya banyak penghematan yang diperoleh XL. Entah itu sumber daya manusia, effort-nya, business process, SOP atau yang lainnya,” jelas Abah. Bahkan hal ini pun tidak akan terlalu bermasalah pada investasi dan sosialisasi program-program lama.

“Namanya juga bisnis. Kalau layanan tidak menguntungkan, untuk apa diteruskan,” pungkas Abah.

Lebih lanjut Abah menjelaskan kemungkinan XL melakukan peleburan layanan adalah dikarenakan proses pendaurulangan nomor dianggap XL sebagai suatu yang tidak strategis lagi secara bisnis. Pasalnya, menurut Abah, pengelolaan kartu melalui nomor MSISDN cukup membutuhkan strategi karena formatnya sangat terbatas. Operator seluler harus membuat nomor MSISDN sesuai lokasi penyebaran layanan. Bagi operator yang menangani begitu banyak kota dan pengguna, tentunya jatah nomor dengan format tersebut sangat mudah untuk habis. Itu sebabnya mereka memperpanjang format bukan hanya 10 digit tapi bahkan sampai 12 digit dan penyediaan nomor-nomor prefix yang lain

“Operator cenderung melakukan recycle nomor. Namun ketika proses recycle nomor tidak lagi menguntungkan secara bisnis maka solusi lainnya adalah meleburkan layanan,” kata Abah. (okz)

Posted on Juli 4, 2008, in Telekomunikasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: