Operator Yang Tidak Berkualitas Akan di Denda

Dalam 10 hari ke depan pemerintah memastikan pemberlakuan lima peraturan menteri terkait dengan kualitas pelayanan (quality of service atau QoS) layanan telekomunikasi di berbagai jaringan teknologi.

Gatot S. Dewa Broto, Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo, menuturkan hal paling penting dari seluruh klausul kelima peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika terkait dengan kualitas standar layanan adalah pemberlakuannya yaitu tiga bulan sejak tanggal ditetapkan.

“Artinya, kelima permen akan mulai berlaku pada 21 Juli 2008,” ujarnya melalui penjelasan resmi.

Lima permen standar kualitas pelayanan jasa teleponi dasar yang akan segera berlaku dan sudah ditandatangani Menkominfo Mohammad Nuh pada 28 April 2008 itu di antaranya Permen No.10 untuk jaringan tetap (jartap) sambungan langsung jarak jauh, Permen No.11 untuk operator jaringan tetap (jartap) lokal, Permen No. 12 untuk operator jaringan bergerak seluler.

Selanjutnya, Permen No.13 bagi operator jartap mobilitas terbatas, dan Permen No.14 untuk operator jartap sambungan internasional.

Muhamad Jumadi, Sekjen Indonesian Telecommunication User Group (Idtug), mengingatkan implementasi Permen QoS jangan sampai tertunda.

Menurut Jumadi, berbagai kemungkinan yang akan terjadi seperti rencana pemadaman listrik bergilir oleh PLN, penertiban menara oleh Pemprov dan ketatnya kompetisi tarif promosi tidak berarti menghambat dan menghilangkan substansi peraturan yang akan diterapkan.

“QoS memang bisa diterapkan dalam kondisi normal. Namun untuk kasus tertentu atau kondisi force majeur, operator juga tidak bisa dipersalahkan begitu saja.”

Dia mengatakan QoS tidak bisa diberlakukan sama rata di setiap daerah di Indonesia dan sebaiknya diterapkan secara sektoral dan disesuaikan dengan parameter di suatu daerah. Idtug menilai permen sudah komprehensif.

“Kami kira penting untuk mulai menguji regulasi daripada tidak ada sama sekali. Masa’ kita kalah dengan Nepal yang lebih dulu menerapkan QoS?” katanya.

Denda versus churn

Kinerja standar kualitas pelayanan operator telekomunikasi apa pun hasilnya akan diumumkan Ditjen Postel dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) secara terbuka. Pihak yang dianggap memenuhi standar akan diberi penghargaan.

Ketua Asosiasi Telepon Seluler Indonesia Merza Fachys mengatakan setiap operator penggelar jaringan selalu berusaha memberikan QoS terbaik. “Ada peraturan menteri atau tidak, motivasi kami [untuk QoS] tidak kendor,” katanya.

Saat ditanyakan antisipasi operator terhadap pemadaman listrik dan penertiban menara Merza mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan bersama PLN dan Dinas Tata Kota Pemprov untuk mencari solusi terbaik.

Johnny Swandi Sjam, Direktur Utama PT Indosat Tbk, mengatakan operator selalu siap memberikan pelayanan terbaiknya. “Tetapi kalau listrik tidak ada ya susah juga, frekuensi juga habis jadi harus ada dukungan dari regulator juga,” katanya.

Menurut Johnny domain sanksi pelayanan sebenarnya ada pada pelanggan. “Penghukum itu justru pelanggan bukan regulator karena layanan tidak baik otomatis mendorong churn [kartu hangus] atau perpindahan ke operator lain yang dinilai lebih baik,” ujarnya.

Sumber : Bisnis Indonesia

Posted on Juli 11, 2008, in Telekomunikasi. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. hmm..

    kira2 siapa yah yang kena..

  2. pastinya siapa saja tanpa pandang bulu,
    bagi opr yang tidak bgs yaa akan kena dendašŸ˜€
    jd siap2 saja para opr menghadapi sanksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: