Turun Tarif atau Tingkatkan Bandwidth, Pilih mana?

Saat ini diskusi mengenai masalah penurunan tarif internet terdiri dari dua skema, menurunkan tarif atau meningkatkan bandwidth (kecepatan akses) internet.

Dalam kenyataan yang terjadi sekarang ini, beberapa operator penyelenggara jaringan yang juga memiliki lisensi penyedia jasa internet, telah mengambil tindakan dengan memberlakukan skema kedua.

Mereka lebih cenderung meningkatkan bandwidth internet ketimbang harus menurunkan tarif layanan internet.

Peningkatan kecepatan akses internet dilakukan guna menekan keluhan pelanggan atas lambatnya layanan akses Speedy milik Telkom. Sebanyak 60 persen keluhan pelanggan di Telkom mempermasalahkan tentang kecepatan.

Telkom belum lama ini berhasil meningkatkan kecepatan akses Speedy dari semula 384 kilo byte per second (Kbps) menjadi 1024 Kbps. Sedangkan Indosat berhasil meningkatkan kecepatan mobile broadband dari 3.6 Mbps 14.4 Mbps.

Namun, kecepatan tersebut dapat dicapai dengan catatan bahwa tidak banyak pelanggan menempati kanal dalam satu waktu.

Sedangkan operator yang memilih penurunan nilai rupiahnya adalah Telkomsel dengan menurunkan tarif mobile datanya hingga 58,3 persen atau lima rupiah per kilo byte. Langkah Telkomsel juga diikuti oleh PJI seperti Biznet, dengan menurunkan tarif produk MetroNET sebesar 50 persen dengan kecepatan akses data yang ditawarkan mencapai 10 Mbps.(okz)

Posted on Juli 31, 2008, in Internet, Kutipan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: